Kepanikan dan ketakutan juga dirasakan Houda Hafsi, warga Marrakesh lainnya.
"Lampu gantung jatuh dari langit-langit dan saya lari keluar. Saya masih dalam perjalanan bersama anak-anak dan kami ketakutan," kata Hafsi.
Guncangan bahkan dirasakan di Ibu Kota Rabat yang jaraknya sekitar 350 km dari titik pusat gempa. Warga Rabat panik dan takut untuk kembali ke rumah.
Di Casablanca, sekitar 250 km dari Ighil, warga bermalam di jalanan karena takut dengan gempa susulan.
“Rumah berguncang dengan keras, semua orang ketakutan. Saya kira hanya rumah saya yang berguncang karena sudah rapuh dan tua. Saya mendengar banyak orang berteriak, semua orang keluar rumah,” kata Mohamed Taqafi, warga Casablanca.
Badan Pusat Geofisika Maroko mengungkap titik pusat gempa berada di wilayah Ighil, Dataran Tinggi Atlas, dengan magnitudo 7,2. Sementara itu Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut gempa bermagnitudo 6,8 pada kedalaman relatif dangkal yakni 18,5 km.
Ighil merupakan wilayah dataran tinggi yang terdiri atas beberapa desa serta lahan pertanian kecil. Posisinya sekitar 70 km dari Marrakesh.
Gempa ini merupakan yang paling mematikan di Maroko. Sebelumnya pada 2004 Maroko juga diguncang gempa bertitik puat dekat Al Hoceima. Saat itu gempa menewaskan lebih dari 600 orang.