Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menuduh sejumlah warga asing memperpanjang masa studi mereka tanpa batas waktu agar bisa tinggal di sebagai mahasiswa abadi.
"Sudah terlalu lama pemerintahan sebelumnya mengizinkan mahasiswa asing dan pemegang visa lain untuk tinggal di AS hampir tanpa batas waktu, menimbulkan risiko keamanan, menghabiskan dana pembayar pajak yang tak terhitung jumlahnya, serta merugikan warga AS," bunyi pernyataan departemen, seperti dikutip dari AFP.
Departemen tidak menjelaskan apa dampak kerugian yang ditimbulkan terhadap warga AS atau pembayar pajak oleh kehadiran mahasiswa asing. Padahal data statistik Departemen Perdagangan AS menyebutkan, mahasiswa asing menyumbang lebih dari 50 miliar dolar bagi perekonomian AS pada 2023.
Amerika Serikat menerima lebih dari 1,1 juta mahasiswa internasional pada tahun akademik 2023-2024, lebih banyak dibandingkan negara lain.
Kelompok yang mewakili para pemimpin perguruan tinggi dan universitas AS mengecam langkah terbaru pemerintah sebagai hambatan birokrasi yang tidak perlu. Kebijakan ini bisa mengganggu pengambilan keputusan akademis dan semakin menghalangi calon mahasiswa yang seharusnya berkontribusi pada penelitian dan penciptaan lapangan kerja.
Aturan imigrasi baru ini muncul saat kampus-kampus memulai tahun akademik, banyak universitas melaporkan penurunan pendaftaran mahasiswa asing dampak kebijakan sebelumnya oleh pemerintahan Trump.