Cabut Ratifikasi Perjanjian Uji Coba Nuklir, Rusia Ingin Ledakkan Bom Atom?

Anton Suhartono
Dmitry Peskov menegaskan keputusan Presiden Vladimir Putin mencabut ratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT) sudah tepat (Foto: Reuters)

"Volodin sudah menyampaikan kesiapan untuk melakukan hal itu. Ini bukan pernyataan niat untuk melakukan uji coba nuklir," ujarnya.

Rusia dan AS merupakan negara dengan kekuatan nuklir terbesar. Kedua negara menyampaikan penyesalan karena terpaksa menangguhkan perjanjian pengendalian senjata New-START. Kesepakatan antara Rusia dan AS yang diteken pada 2010 itu dibuat untuk menghindari perlombaan senjata serta mengurangi risiko perang nuklir.

Namun di tengah krisis yang dipicu perang di Ukraina, Putin mengumumkan penangguhan partisipasi Rusia dalam New START.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Sebut Semua Tuntutannya Dipenuhi AS dalam Perjanjian Damai: Musuh Kalah Perang!

57 tahun lalu

AS-Iran Setujui Naskah Kesepakatan Damai, MoU Diteken 19 Juni

57 tahun lalu

Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih

57 tahun lalu

AS Sebut Iran Akan Buka Selat Hormuz Tanpa Biaya Tol

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal