Presiden AS Donald Trump pada Selasa lalu menyampaikan pernyataan kontroversial ingin mengambil alih Gaza serta memindahkan warganya ke luar wilayah.
Trump ingin menjadikan Gaza sebagai Riviera Timur Tengah.
Pernyataan yang disampaikan Trump saat konferensi bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu mendapat reaksi keras dari dunia internasional.
Para pemimpin negara Arab maupun Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam keras rencana itu dengan menyebutnya sebagai pembersihan etnis.
Penentangan juga datang dari sekutu-sekutu AS di Eropa dan Australia. Selain itu Turki, Malaysia, dan Indonesia juga tegas menolak rencana Trump itu.