Ahmed mengatakan para pelaku bersenjata mengumpulkan penduduk, mengikat tangan mereka di belakang, lalu mengeksekusi mereka secara singkat.
Dia juga membagikan foto-foto jenazah yang bergelimpangan di tanah.
Saat serangan penduduk desa lainnya melarikan diri ke semak-semak. Para pelaku juga membakar rumah dan toko.
"Saat berbicara dengan Anda sekarang, saya berada di desa bersama personel militer, memilah jenazah dan menyisir daerah sekitar untuk mencari korban lainnya," kata Ahmed, kepada AFP, Kamis (5/2/2026).
Presiden Nigeria Bola Tinubu mengatakan kelompok militan Boko Haram berada di balik serangan itu.
Sementara itu anggota DPRD lainnya, Mohammed Omar Bio, mengatakan Lakurawa, kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan ISIS, bertanggung jawab.
Gubernur Negara Bagian Kwara, AbdulRahman AbdulRazaq, mengatakan 75 Muslim setempat dibantai dengan kejam hanya karena menolak menyerah kepada ekstremis yang menyebarkan doktrin aneh.
Polisi dan personel militer telah dimobilisasi ke daerah tersebut untuk operasi pencarian dan penyelamatan, namun menolak memberikan rincian korban.