Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yaitu AS, Meksiko, dan Kanada. Turnamen tersebut akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli.
Menurut Donyamali, kondisi keamanan bagi atlet Iran tidak memungkinkan untuk mengikuti turnamen tersebut.
“Anak-anak kami tidak aman dan pada dasarnya kondisi untuk berpartisipasi tidak ada,” ujar dia.
Donyamali juga menyinggung konflik yang terjadi antara Iran dengan AS dan sekutunya dalam beberapa bulan terakhir.
“Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memaksakan dua perang kepada kami dalam delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta menjadikan ribuan rakyat kami syahid. Karena itu kami tentu tidak dapat hadir,” katanya.
Dalam hasil undian yang digelar Desember lalu, Iran tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Seluruh pertandingan Iran di fase grup dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat. Dua pertandingan akan digelar di Los Angeles dan satu pertandingan lainnya di Seattle.
Iran juga menjadi satu-satunya negara yang tidak hadir dalam pertemuan perencanaan FIFA untuk peserta Piala Dunia yang digelar di Atlanta pekan lalu.
FIFA hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan pemerintah Iran mengenai kemungkinan tidak berpartisipasi di Piala Dunia 2026.