Bos CIA Tak Yakin Iran Lanjutkan Program Senjata Nuklir

Anton Suhartono
William Burns (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) tak yakin Iran kembali melanjutkan program nuklir. Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) William Burns menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tampaknya belum memutuskan untuk melanjutkan program nukli tersebut.

"Kami tidak yakin Pemimpin Tertinggi Iran sudah membuat keputusan untuk melanjutkan program persenjataan yang telah ditangguhkan atau dihentikan pada akhir tahun 2003," kata Burns dalam program CBS News, "Face the Nation".

Juru Bicara Badan Energi Atom Iran Behrouz Kamalvandi membantah laporan media Barat yang menyebutkan negaranya telah memperkaya uranium hingga 84 persen. Dia menegaskan tingkat pengayaan uranium tidak pernah melampaui 60 persen.

Pernyataan Kamalvandi itu merujuk pada laporan Bloomberg yang mengutip beberapa sumber diplomatik. Disebutkan tim pemantau atom internasional di Iran mendapati uranium diperkaya hingga kemurnian 84 persen. Itu merupakan tingkat tertinggi yang terdeteksi oleh inspektur sejauh ini. Artinya hanya perlu 6 persen lagi untuk memproduksi senjata nuklir.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi sebelumnya mengatakan Iran gagal memberikan penjelasan kepada badan PBB itu tentang sejumlah isu. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
4 jam lalu

Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland

Internasional
5 jam lalu

AS dan Iran Akhirnya Berunding Hari Ini

Internasional
8 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal