Bos CIA Sebut China Belajar Banyak dari Perang Rusia-Ukraina untuk Serang Taiwan

Anton Suhartono
Wiliam Burns (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Invasi Rusia ke Ukraina menjadi pelajaran berharga bagi China jika menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan. Perang bisa berlangsung lama, apalagi jika di Taiwan mendapat dukungan dari negara Barat.

Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) Bill Burns mengatakan, pertanyaan China dalam menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan lebih kepada kapan dan bagaimana, bukan apakah.

Menurut Burns, China mungkin berpikir bahwa kemenangan tak bisa diraih dengan cepat sekalipun memiliki kekuatan militer besar. Ada perasaan gelisah di China saat melihat perang Rusia-Ukraina sudah berlangsung 5 bulan, bahkan diperkirakan akan memakan waktu panjang.

Burns menilai panjangnya waktu perang tersebut sebagai kegagalan strategis Presiden Vladimir Putin yang mulanya berharap pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky bisa jatuh dalam hitungan beberapa pekan sejak operasi militer digelar pada 24 Februari.

"Saya menduga pelajaran yang diambil oleh kepemimpinan dan militer China adalah, Anda harus mengumpulkan kekuatan yang luar biasa," ujarnya, saat berbicara di Forum Keamanan Aspen, di Colorado, AS, dikutip dari AFP, Kamis (21/7/2022)

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngeri! Kebakaran Pabrik Sepatu, Puluhan Pekerja Tewas

57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

Taiwan Buka Peluang bagi Inovator RI, Tawarkan Rp490 Juta untuk Solusi Kesehatan Berbasis AI

57 tahun lalu

Horor! 900 Ular Lepas dari Peternakan akibat Banjir di China, Gigit Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal