Sebaliknya, Trump mengecam wasit asal Brasil, Raphael Claus, yang memimpin pertandingan.
"Saya kira keputusan wasit tersebut mengerikan," ujarnya, dengan alasan Balogun tidak melakukan pelanggaran apa pun.
Dia mengulangi kritikannya atas keputusan Claus yang memberikan kartu merah seraya menjelaskan, pelanggaran tersebut terjadi akibat dua pemain bertabrakan saat berlari dengan kecepatan penuh.
"Saya menonton pertandingan itu, dan saya adalah orang yang menyukai olahraga, itu bukan pelanggaran. Kejadian itu adalah dua orang yang berlari dengan kecepatan penuh dan kebetulan bertabrakan. Anda tidak bisa menginjakkan kaki Anda dengan benar di atas kaki orang lain saat berlari," tuturnya.
Pertandingan melawan Belgia, lanjut Trump, akan luar biasa.
"Kita akan memiliki tim lengkap dan Belgia juga memiliki tim lengkap. Tahukah Anda, jika mereka mengalahkan kita, maka mereka bisa sangat bangga," katanya.
Federasi sepak bola Belgia mengungkapkan keterkejutannya atas keputusan FIFA untuk mengizinkan Balogun bermain.