“Nasib banyak keluarga belum diketahui di tengah penembakan yang terus berlangsung di wilayah itu,” demikian pernyataan otoritas media Gaza yang dikutip Al Jazeera, Jumat (21/11/2025).
Perluasan garis batas ini disebut sebagai pengabaian total terhadap kesepakatan gencatan senjata. Garis Kuning sebelumnya ditandai melalui blok dan rambu-rambu yang dipasang militer Israel. Namun penanda itu tidak mencakup seluruh jalur, membuat banyak warga tidak mengetahui batas pastinya.
Warga Terkurung, Gaza Semakin Terdesak ke Barat
Dengan majunya tank Israel di Shujayea dan wilayah timur Gaza lainnya, semakin banyak warga Palestina yang kehilangan akses menuju rumah mereka. Banyak dari mereka kini terdorong lebih jauh ke wilayah barat Gaza yang semakin padat dan tidak aman.
“Orang-orang mengatakan ini seperti kurungan,” demikian laporan jurnalis Al Jazeera.
Warga merasa ruang gerak mereka semakin menyempit, dan pergerakan tank justru menambah ketakutan bahwa operasi darat Israel bisa kembali meluas.