Beberapa penduduk setempat dan jurnalis mengatakan kepada BBC Hindi, minimnya pasokan kayu bakar untuk kremasi serta meningkatnya biaya pemakaman menyulitkan masyarakat di tengah wabah Covid. Kondisi itu membuat beberapa keluarga tidak punya pilihan kecuali meletakkan langsung ke sungai jenazah orang-orang yang mereka sayangi yang menjadi korban keganasan virus corona.
“Beberapa rumah sakit swasta memalak orang-orang. Rakyat kecil tak punya uang untuk membayar seorang pendeta dan menghabiskan lebih banyak uang untuk kremasi di tepi sungai,” ucap penduduk setempat, Chandra Mohan.
“Mereka (pihak rumah sakit) meminta 2.000 rupee (sekitar Rp380.000) hanya untuk mengeluarkan jenazah dari ambulans. Sungai pun jadi jalan terakhir, sehingga orang-orang membenamkan mayat di sungai ini,” tuturnya.
Uttar Pradesh adalah negara bagian paling padat di India.
Gelombang kedua virus corona menyerang beberapa bagian negeri anak benua, dan kematian meningkat secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian besar krematorium di negara itu telah kehabisan ruang. India pun kini menjadi episentrum pandemi global.
Hingga Senin kemarin, India mencatatkan lebih dari 22,6 juta kasus infeksi dan 246.116 kematian akibat Covid sejak dimulainya pandemi, menurut data Universitas Johns Hopkins. Para ahli percaya, jumlah kematian sebenarnya jauh lebih tinggi dari angka itu.