Para orang tua dan warga menyalahkan pemerinah atas peristiwa penculikan massal tersebut karena kurangnya keamanan di daerah mereka.
Gubernur Kaduna, Uba Sani, langsung mengunjungi Kuriga dan berjanji akan membebaskan para siswa tersebut. Namun, dia tidak menyebutkan berapa banyak siswa yang hilang.
Amnesty International meminta pihak berwenang Nigeria untuk menyelamatkan para pelajar tersebut dengan aman. Organisasi tersebut juga menuntut pertanggungjawaban para pelaku.
“Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan, kami semua menunggu untuk melihat apa yang Tuhan bisa lakukan. Mereka adalah satu-satunya anak saya yang saya miliki di dunia ini,” Fatima Usman, salah satu orang tua yang anaknya diculik KKB kemarin, kepada Reuters.
Orang tua siswa lainnya yang juga diculik, Hassan Abdullahi, mengatakan bahwa warga setempat telah mencoba mengusir gerombolan bersenjata itu. Akan tetapi, mereka akhirnya dikalahkan oleh para penjahat tersebut.