Berubah Drastis, Ini Alasan Netanyahu Tiba-Tiba Setujui Gencatan Senjata dengan Lebanon

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu mengungkap alasan menerima gencatan senjata dengan Lebanon, padahal para pejabat Israel menentang keras (Foto: AP)

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu mengungkap alasan negaranya menerima gencatan senjata dengan Lebanon. Padahal, para pejabat pemerintah, bahkan oposisi, menolak gencatan senjata dengan Lebanon.

Netanyahu menjelaskan dirinya menyetujui gencatan senjata guna mencapai kesepakatan damai bersejarah dengan Lebanon.

"Kesempatan ini ada karena kita telah secara fundamental mengubah keseimbangan kekuatan di Lebanon. Bulan lalu, kita menerima seruan dari Lebanon yang mengusulkan pembicaraan damai langsung, sesuatu yang belum terjadi selama lebih dari 40 tahun," kata Netanyahu, dikutip dari Sputnik, Jumat (17/4/2026).

Dia menyetujui permintaan gencatan senjata selama 10 hari, sebagaimana diminta Presiden AS Donald Trump.

"Saya memenuhi seruan itu dan menyetujui jeda, atau lebih tepatnya, gencatan senjata sementara selama 10 hari, untuk memajukan kesepakatan yang kita mulai bahas saat pertemuan para duta besar di Washington," kata Netanyahu, merujuk pada pertemuan dubes Israel dan Lebanon yang digelar di kantor Deplu AS, Washington DC.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Irlandia Hukum Menteri Israel Ben Gvir dan Smotrich Buntut Penyiksaan Aktivis GSF

57 tahun lalu

Laga Albania Vs Israel Chaos: Diwarnai Selebrasi Provokatif, Tamparan, hingga Lemparan Sepatu

57 tahun lalu

Slovenia Larang Pesawat Israel Mendarat di Bandaranya, Kenapa?  

57 tahun lalu

Tekor! Bandara Israel Dikuasai Pesawat Militer AS akibat Perang, Kehilangan 18 Juta Penumpang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal