Berseteru dengan Junta Militer Niger, Prancis Tarik 1.500 Tentara dari Niamey

Muhammad Fida Ul Haq
Tentara Prancis akan ditarik dari Niger. (foto: Defence Post)

NIAMEY, iNews.id - Prancis akan mulai menarik pasukan dari Niger minggu ini. Prajurit Prancis sebelumnya sudah bertugas selama satu dekade untuk memerangi kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Kami akan memulai operasi penarikan diri kami minggu ini, dengan tertib, aman, dan dalam koordinasi dengan pihak Niger," kata markas militer Prancis, seperti dilansir dari The Guardian, Jumat (6/10/2023).

Operasi logistik untuk memindahkan 1.500 pasukan Prancis dan sejumlah besar peralatan militer dari Niger hingga akhir tahun ini dilakukan satu minggu setelah duta besar Prancis meninggalkan Niger karena tekanan dari junta militer baru. Junta tersebut menggulingkan Presiden pro-Paris, Mohamed Bazoum, pada 26 Juli.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan pada 24 September bahwa Prancis akan menarik pasukan karena tidak ingin dibuat sandera oleh para pemberontak. 

Prancis terus mendukung Bazoum, dan pejabat-pejabat di Paris mengatakan tidak mungkin untuk melanjutkan operasi bersama dengan pasukan Niger melawan pemberontak ketika pemberontak mengendalikan negara tersebut. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia

Internasional
11 jam lalu

Tegas, Rusia Tak Akan Biarkan Iran Sendirian Hadapi Konflik dengan AS

Internasional
15 jam lalu

Rusia Khawatir Konflik AS-Iran Meledak: Tinggal Siapa yang Injak Ranjau!

Internasional
3 hari lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal