Bencana Tewaskan 618 Orang di Sri Lanka Belum Berakhir, kini Muncul Peringatan Longsor

Anton Suhartono
Sri Lanka terus berjibaku dengan salah satu bencana hidrometeorologi terburuk dalam sejarah negara itu, hingga kini merenggut 618 nyawa (Foto: AP)

Otoritas setempat mengerahkan helikopter untuk mengevakuasi ribuan warga yang terjebak, situasi yang digambarkan sangat mirip dengan bencana banjir dan longsor yang juga menimpa Indonesia beberapa hari terakhir.

Rumah Rusak dan Warga Mengungsi

Dari total kerusakan, lebih dari 75.000 rumah terdampak, dengan setidaknya 5.000 rumah hancur total. Jumlah pengungsi yang semula mencapai 225.000 kini turun menjadi sekitar 100.000 setelah sebagian warga pulang karena air mulai surut, meski ancaman longsor masih mengintai.

Siklon Ditwah disebut-sebut sebagai badai terburuk yang melanda Sri Lanka dalam satu abad terakhir. Kombinasi angin kencang, hujan ekstrem, dan kondisi tanah yang rapuh membuat dampak bencana semakin mematikan.

Bantuan internasional pun mulai berdatangan. Myanmar menjadi salah satu negara pertama yang mengirimkan pesawat berisi pasokan darurat bagi korban bencana.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sumatra-Jawa Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem, Waspada Banjir Bandang hingga Longsor

57 tahun lalu

Menteri Energi Sri Lanka Mundur di Tengah Krisis, Dituduh Korupsi Impor Batubara

57 tahun lalu

Sri Lanka Tolak Izin Mendarat 2 Jet Tempur AS Bawa Rudal

57 tahun lalu

Hemat BBM! Sri Lanka Jatah Bensin untuk Motor 5 Liter Sehari, Mobil 15 Liter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal