Belum Selesai Covid-19 Wabah Virus Marburg Mengintai, Tingkat Kematian 24-88 Persen 

Anton Suhartono
Kasus virus Marburg ditemukan di Ghana (Foto: Reuters)

Ini merupakan wabah virus Marburg kedua di Afrika Barat. Kasus virus pertama di kawasan terdeteksi pada 2021 di Guinea, namun tak ada kasus lebih lanjut yang teridentifikasi.

"Otoritas kesehatan (Ghana) telah merespons dengan cepat, bersiap untuk kemungkinan wabah. Ini bagus karena tanpa tindakan segera dan tegas, Marburg bisa dengan mudah lepas kendali," kata Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti.

WHO menyatakan dua orang yang meninggal terinfeksi di Ashanti. Mereka mengalami beberapa gejala termasuk diare, demam, mual, dan muntah, sebelum meninggal di rumah sakit. Namun kepastian mereka positif Marburg baru diketahui setelah meninggal.

Belasan wabah Marburg dilaporkan terjadi di Afrika sejak kasus ini ditemukan pada 1967. Tingkat kematian bervariasi dari 24 hingga 88 persen bergantung pada jenis virus dan manajemen kasus.

Penyakit ini ditularkan ke manusia dari kelelawar kemudian menyebar di antara manusia melalui kontak langsung melalui cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
16 hari lalu

Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!

Health
27 hari lalu

Kaget! Indonesia Masuk 3 Besar Negara dengan Kasus Kusta Terbanyak di Dunia

Nasional
1 bulan lalu

BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Kini Sejajar dengan Regulator AS dan Inggris

Nasional
1 bulan lalu

Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal