“Peningkatan pengeluaran AS sebesar 0,7 persen pada 2022 akan menjadi lebih besar jika bukan karena tingkat inflasi tertinggi sejak 1981,” kata SIPRI.
Di posisi kedua ada China yang pada tahun lalu menghabiskan 292 miliar dolar AS untuk belanja pertahanannya. Jumlah itu 4,2 persen lebih banyak daripada 2021, menurut SIPRI.
Sementara pengeluaran militer Rusia tumbuh sekitar 9,2 persen pada 2022, menjadi sekitar 86,4 miliar dolar AS. Ini setara dengan 4,1 persen produk domestik bruto (PDB) Rusia pada 2022.
Pengeluaran militer Ukraina mengalami peningkatan tertinggi dalam satu tahun yang dilakukan suatu negara yang pernah dicatat dalam data SIPRI. Jumlahnya mencapai 44,0 miliar dolar AS pada tahun lalu, atau naik sebesar 640 persen.