Menlu Aragchi, dalam pernyataan di media sosial X, mengumumkan Iran akan melakukan perundingan tidak langsung tingkat tinggi dengan AS di Oman.
"Ini merupakan kesempatan sekaligus ujian. Bola ada di tangan Amerika," kata Aragchi, seperti dilaporkan kembali Reuters, Selasa (8/4/2025).
AS dan Iran juga pernah melakukan perundingan tidak langsung membahas program nuklir Teheran selama kepemimpinan Presiden Joe Biden. Namun tak ada hasil yang dicapai dari negosiasi tersebut.
Sementara itu negosiasi langsung terakhir antara kedua negara berlangsung pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama. Perundingan itu menghasilkan kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2015 yang juga diteken negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman. Namun Trump pada masa jabatan periode pertamanya pada 2018 menarik AS keluar dari kesepakatan tersebut.
Trump pada 30 Maret lalu mengancam akan mengebom Iran dalam skala yanng belum pernah terjadi sebelumnya, jika tidak mau terlibat dalam negosiasi mengenai program nuklir. Ini merupakan ancaman paling eksplisit mengenai tindakan militer AS sejak Trump menjabat pada bulan Januari.