Barat Diminta Pasok Turki dengan Jet Tempur F-35 dan Rudal Patriot Tanpa Prasyarat, Mungkinkah?

Ahmad Islamy Jamil
Sistem pertahanan udara rudal Patriot milik Amerika Serikat. (Foto: Reuters)

ANKARA, iNews.id – Negara-negara Barat dianggap perlu memasok Turki dengan jet tempur F-35 buatan AS dan perangkat pertahanan udara rudal Patriot tanpa prasyarat. Hal itu dianggap sebagai bentuk komitmen Barat membangun kepercayaan dalam hubungan mereka dengan Ankara.

Pandangan tersebut diutarakan oleh Kepala Komunikasi Kantor Kepresidenan, Fahrettin Altun, Rabu (23/3/2022). Dalam sebuah opini untuk The Wall Street Journal (WSJ), dia mengatakan, Turki memandang keanggotaan di Uni Eropa sebagai tujuan strategis.

Sementara aliansi Turki dengan NATO adalah kebanggaan tersendiri bagi Ankara.

Kendati demikian, Turki juga berharap bisa menerima dukungan yang layak dari Barat. Selama ini, dia mencatat negaranya kurang mendapatkan dukungan tersebut dari Eropa maunpun NATO. Untuk memulihkan hubungan tersebut, kata dia, dibutuhkan langkah-langkah membangun kepercayaan antara Ankara dan Barat.

“Oleh karena itu, Barat perlu memasok Turki dengan F-35 dan perangkat rudal Patriot tanpa prasyarat apa pun,” tulisnya.

Hubungan Turki dan AS, telah mendingin sejak Ankara memutuskan untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia. Sementara itu, ketegangan antara Turki dan Yunani—yang juga sesama anggota NATO—meningkat lantaran dipicu aktivitas eksplorasi tambang kapal Turki di Laut Mediterania.

AS pun telah berulang kali meminta Ankara untuk menyingkirkan S-400, sejak sistem rudal darat-ke-udara buatan Rusia itu tiba di Turki pada Juli 2019. AS pun telah menjatuhkan sanksi pada industri pertahanan Turki, dan mengeluarkan Ankara selaku anggota NATO dari proyek belanja pesawat tempur F-35.

Sementara Turki mengaku terpaksa memilih S-400 Rusia, karena para sekutu Barat sendiri tidak mau menyediakan senjata bagi Ankara dengan persyaratan yang memuaskan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

57 tahun lalu

Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir

57 tahun lalu

Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal