Bantah Semakin Lemah, Rusia Masih Punya Rudal Berpresisi Tinggi untuk Serang Ukraina

Anton Suhartono
Rusia masih memiliki persediaan rudal berpresisi tinggi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasi militer di Ukraina (Foto: Kemhan Rusia)

Dalam kondisi seperti, lanjut Kahl, Presiden Vladimir Putin tak akan membawa Rusia dalam konflik habis-habisan dengan NATO.

Dia menambahkan, setelah konflik dengan Ukraina usai, Rusia akan menjadi negara lemah dan lebih terisolasi. 

“Saya mengira dengan tingkat kepastian tinggi, Rusia akan muncul dari (konflik) Ukraina lebih lemah dibandingkan saat memasuki konflik. Lebih lemah secara militer, lebih lemah secara ekonomi, lebih lemah secara politik dan geopolitik, dan lebih terisolasi,” kata Kahl.

Lebih lanjut dia mengatakan, dokumen strategi pertahanan Pentagon yang akan datang akan mengategorikan Rusia sebagai ancaman akut. Meski demikian Rusia bukan lagi menjadi negara yang bisa memberikan tantangan terhadap sistem jangka panjang AS, berbeda dengan China.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?

57 tahun lalu

Heboh! Israel Diduga Mata-matai Pejabat AS terkait Perang Iran

57 tahun lalu

Panas! Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Arab soal Serangan AS

57 tahun lalu

Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal