Bantah Laporan Media AS, Hamas Tegaskan Pasukan Israel Harus Ditarik dari Gaza

Anton Suhartono
Hamas menegaskan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza harus disertai penarikan seluruh pasukan Israel (Foto: AP)

KAIRO, iNews.id - Kelompok perlawanan Hamas menegaskan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza harus disertai penarikan seluruh pasukan Israel tanpa kecuali. Setelah itu kesepakatan bisa membahas pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina.

"Kami terbuka untuk setiap inisiatif yang tulus dan serius bertujuan untuk mengakhiri agresi terhadap rakyat kami serta berkomitmen untuk memulangkan para mengungsi serta penarikan penjajah (Israel)," bunyi pernyataan Hamas, sekaligus menandai 37 tahun berdirinya kelompok tersebut, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (14/12/2024).

Hamas juga mendesak semua pihak untuk membantu pemulihan Jalur Gaza yang hancur lebur akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023.

Pernyataan Hamas ini seolah membantah laporan surat kabar Amerika Serikat (AS) The Wall Street Journal (WSJ) bahwa Hamas melunak dengan mengizinkan pasukan Israel tetap berada di Gaza selama gencatan senjata berlangsung.

Itu merupakan pernyataan paling lunak pertama kali dari Hamas sejak pecahnya perang. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Klaim AS-Iran Sepakat Damai, Begini Respons Teheran

57 tahun lalu

Geger! Tulisan Raksasa Misterius "8647" Muncul di National Mall Washington DC, Apa Artinya?

57 tahun lalu

Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya

57 tahun lalu

Yusril Soroti Hubungan Baik Prabowo dan Trump, Indonesia-AS Kian Mesra

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal