DHAKA, iNews.id - Ketegangan diplomatik antara Bangladesh dan India meningkat tajam setelah Dhaka mendesak New Delhi segera mengekstradisi mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang telah divonis hukuman mati.
Bangladesh secara terbuka memperingatkan bahwa India akan menghadapi konsekuensi serius jika terus memberikan perlindungan kepada mantan pemimpinnya itu.
Hasina (78) dijatuhi hukuman mati secara in absentia oleh pengadilan kejahatan internasional di Bangladesh pekan lalu. Dia dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait penanganan keras demonstrasi mahasiswa yang terjadi pada masa pemerintahannya, demonstrasi yang menurut data PBB menelan korban hingga 1.400 jiwa.
Pemerintah Bangladesh telah mengirim surat resmi kepada India pada Jumat, mendesak agar Hasina segera diserahkan.
Touhid Hossain, pejabat senior Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Bangladesh, menyebut langkah India mempertahankan Hasina sebagai tindakan yang “tidak bersahabat” sekaligus pelanggaran terhadap perjanjian ekstradisi kedua negara yang ditandatangani pada 2013.