Bahrain Tolak Impor Barang Israel yang Diproduksi di Tanah Palestina yang Dicaplok

Anton Suhartono
Bahrain menolak impor barang Israel yang diproduksi di tanah Palestina yang dicaplok (Foto: AFP)

"Komentar yang dituduhkan sangat bertentangan dengan posisi pemerintah (Bahrain) bagi perjuangan Palestina," demikian pernyataan kantor Maliki, menirukan komentar Abdullatif.

Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) merupakan dua negara Arab terbaru yang meresmikan hubungan dengan Israel yakni pada 15 September 2020. Setelah itu Sudan menyusul.

Dalam kesepakatan dengan UEA, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan menunda pencaplokan daerah pendudukan di Tepi Barat. Namun belum lama ini Israel akan memulai kembali pembangunan ribuan permukiman Yahudi yang baru.

Pencaplokan wilayah Tepi Barat oleh Israel merupakan tindakan ilegal karena melanggar hukum internasional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Hamas Tak Akan Serahkan Senjata ke Israel dan AS

57 tahun lalu

Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?

57 tahun lalu

Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal