Bagaimana Bisa Batu dari Mars Terlempar ke Bumi, Tempuh Jarak 225 Juta Km?

Anton Suhartono
Bongkahan batu 25 kg asal Mars yang dilelang di Sotheby’s New York memunculkan pertanyaan, bagaimana mungkin batu planet lain sampai ke Bumi? (Foto: AP)

Dalam kasus tertentu, batu ini akhirnya ditarik oleh gravitasi Bumi, masuk ke atmosfer, dan menjadi meteor. Jika tidak habis terbakar di atmosfer, ia akan jatuh ke permukaan sebagai meteorit—itulah yang terjadi pada batu Mars bernama NWA 16788 yang ditemukan di Gurun Sahara.

Perjalanan Antarplanet: 225 Juta Km

Jarak rata-rata antara Mars dan Bumi saat orbit mereka paling berjauhan bisa mencapai 225 juta kilometer. Artinya, batuan Mars yang mendarat di Bumi telah melakukan perjalanan luar biasa jauh. Tapi karena batu ini tidak bergerak dalam garis lurus dan bisa mengorbit matahari, jarak aktual yang ditempuh bisa jauh lebih besar dan memakan waktu sangat lama.

Menurut para ilmuwan, dibutuhkan waktu antara beberapa ribu hingga jutaan tahun bagi meteorit Mars untuk tiba di Bumi setelah peristiwa tumbukan awal di Mars.

Dikenali Melalui Komposisi Kimia

Lalu bagaimana ilmuwan tahu bahwa batu itu berasal dari Mars? Kuncinya ada pada komposisi kimia dan isotop gas yang terperangkap di dalam batu tersebut. Data yang dikumpulkan dari misi NASA seperti Viking (1976) dan Curiosity Rover memungkinkan para peneliti membandingkan komposisi meteorit dengan atmosfer Mars.

Dalam kasus NWA 16788, analisis menunjukkan bahwa batu tersebut adalah shergottit olivin-mikrogabroik, sejenis batuan beku khas Mars yang terbentuk dari pendinginan magma lambat. Kandungan mineral seperti piroksen dan olivin, serta tanda-tanda terbakar saat memasuki atmosfer Bumi, mengonfirmasi asal-usul planeternya.

Keajaiban Ilmiah dari Langit

Fenomena meteorit Mars ini bukan hanya mengesankan karena jaraknya yang luar biasa jauh, tetapi juga karena kelangkaannya. Dari lebih dari 77.000 meteorit yang ditemukan di Bumi, hanya sekitar 400 yang dipastikan berasal dari Mars. Bongkahan NWA 16788 adalah yang terbesar sejauh ini, dan mencerminkan betapa luar biasanya proses kosmik yang masih terus diteliti manusia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Geger! Tulisan Raksasa Misterius "8647" Muncul di National Mall Washington DC, Apa Artinya?

57 tahun lalu

Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya

57 tahun lalu

Yusril Soroti Hubungan Baik Prabowo dan Trump, Indonesia-AS Kian Mesra

57 tahun lalu

Iran Bantah Klaim AS Sistem Pertahanannya Hancur: Jangan Percaya Musuh!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal