Badan Penerbangan Amerika Peringatkan Maskapai Penerbangan Waspadai Langit Venezuela

Anton Suhartono
Situasi di langit Venezuela kian tegang setelah Badan Penerbangan Federal AS mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan agar waspada (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Situasi di langit Venezuela kian tegang setelah Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan peringatan resmi kepada maskapai-maskapai untuk mewaspadai potensi bahaya saat terbang di wilayah udara negara tersebut. 

Langkah ini muncul di tengah laporan bahwa militer AS sedang mempertimbangkan serangan militer ke Venezuela dalam beberapa hari mendatang.

FAA pada Jumat (21/11/2025) memperingatkan risiko tinggi bagi penerbangan sipil, menyusul meningkatnya aktivitas militer AS di kawasan Karibia dan dugaan operasi rahasia yang menargetkan kapal-kapal pengangkut narkoba yang diklaim berhubungan dengan pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Tidak lama setelah peringatan tersebut dirilis, tiga maskapai internasional langsung membatalkan penerbangan dari dan menuju Venezuela pada Sabtu, menunjukkan keseriusan ancaman terhadap keselamatan penerbangan sipil.

AS Disebut Siap Meluncurkan Serangan

Empat sumber pejabat AS mengatakan kepada Reuters, Washington sedang menyiapkan fase baru operasi militer di Laut Karibia dan Pasifik. Operasi ini disebut menargetkan kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba, namun dalam laporan terbaru juga menyentuh kemungkinan aksi lebih besar menuju Venezuela.

Belum jelas apakah Presiden Donald Trump sudah mengambil keputusan akhir. Namun keberadaan gugus tempur Kapal Induk USS Gerald R Ford di Karibia memicu spekulasi bahwa opsi serangan sedang dipertimbangkan secara serius.

Dua pejabat AS bahkan menyebut, salah satu skenario termasuk usaha menggulingkan Maduro, yang dianggap Washington berperan dalam jaringan narkoba internasional, tuduhan yang dibantah Presiden Venezuela tersebut.

Gedung Putih Tak Menutup Kemungkinan Aksi Militer

Saat dikonfirmasi, Departemen Pertahanan (Pentagon) meminta agar pertanyaan dialihkan ke Gedung Putih. Seorang pejabat senior Gedung Putih menolak mengesampingkan opsi apa pun.

“Presiden Trump siap menggunakan setiap elemen kekuatan Amerika untuk menghentikan narkoba membanjiri negara kita serta menyeret mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan,” ujar pejabat itu.

Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi bahwa Washington tengah berada di ambang operasi militer besar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

Terungkap, Masih Ada Bom AS di Fasilitas Nuklir Iran yang Belum Meledak

Internasional
2 hari lalu

Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!

Internasional
2 hari lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
2 hari lalu

Trump Dilaporkan Gelar Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal