Armenia dan Azerbaijan telah berperang dua kali dalam tiga dekade terakhir. Namun, Aliyev meraih kemenangan besar pada September lalu dengan merebut kembali wilayah Karabakh di Azerbaijan, tempat etnik Armenia menikmati kemerdekaan de facto sejak awal 1990-an. Lebih dari 100.000 dari mereka telah melarikan diri ke Armenia.
Azerbaijan kini berada dalam posisi yang kuat untuk mendapatkan kesepakatan damai yang menguntungkan dengan Armenia. Baku pun telah mengambil tindakan yang semakin keras terhadap negara-negara Barat, terutama Prancis dan Amerika Serikat—yang memiliki komunitas etnik Armenia yang besar dan memberi simpati terhadap Yerevan.
Menyoroti memburuknya hubungan, Aliyev mengatakan dalam pidato hari Selasa bahwa Prancis bertanggung jawab atas sebagian besar “kejahatan berdarah dalam sejarah kolonial kemanusiaan”.