TOKYO, iNews.id - Otoritas Jepang memperingatkan potensi gempa bumi dengan kekuatan lebih besar dari magnitudo 7,4 yang mengguncang pada Senin (20/4/2026). Gempa yang bertitik pusat di lepas pantai Iwate itu memicu peringatan tsunami.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mendesak penduduk di 182 kota, dari Prefektur Hokkaido hingga Chiba, untuk meningikatkan kewaspadaan dan siap sedia untuk mengungsi kapan saja terkait potensi genpa dahsyat yang bisa saja mengguncang dalam beberapa hari mendatang.
Penduduk juga diminta mengecek rencana kedaruratan, termasuk mengetahui jalur evakuasi serta bagiamana cara berkomunikasi dengan keluarga. Peringatan gempa dahsyat ini berlaku hingga 27 April pukul 17.00 waktu setempat.
JMA memberlakukan peringatan ini sejak 2022, jika gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang lepas pantai Iwate dan Hokkaido, maka mereka mempertimbangkan untuk mengeluarkan peringatan potensi gempa lebih dahsyat yang disebut dengan "peringatan gempa susulan". Sistem ini diterapkan berdasarkan pengalaman kejadian serupa di masa lalu.
Kemungkinan terjadinya gempa bumi dahsyat bermagnitudo 8 atau lebih ini lebih besar dari kondisi normal, meski peluangnya hanya sekitar 1 persen. Meski demikian angka itu 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan 0,1 persen dalam kondisi normal atau tak ada gempa besar sebelumnya.