Australia Pecat 10 Tentara terkait Pembantaian Puluhan Warga Sipil Afghanistan

Ahmad Islamy Jamil
Laporan investigasi mengungkap kekejaman tentara Australia terhadap warga Afghanistan selama bertugas di negara tersebut pada periode 2007-2013. (Foto: AFP)

SYDNEY, iNews.idAustralia mengklaim bakal memecat setidaknya 10 tentara pasukan khusus mereka. Pemecatan itu menyusul laporan yang menemukan adanya bukti kredibel terkait pembantaian puluhan warga sipil di Afghanistan.

ABC pada Kamis (26/11/2020) ini memberitakan, sebuah laporan independen yang diterbitkan pekan lalu mengungkapkan, ada bukti bahwa 39 tahanan dan warga sipil Afghanistan yang tidak bersenjata dibunuh oleh 19 tentara Australia.

Tak satu pun dari 19 tentara yang identitasnya dibuka dalam laporan itu. Laporan itu ditulis oleh hakim negara bagian yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal Pertahanan. 19 tentara dan mantan tentara telah diperiksa untuk kemungkinan penuntutan.

ABC mengatakan, 10 tentara telah secara resmi diberi tahu bahwa mereka bakal diberhentikan. Media itu juga tidak mengungkap identitas para tentara itu. Akan tetapi, disebutkan bahwa mereka semua adalah saksi atau orang-orang turut membantu dalam aksi pembunuhan itu. Karenanya, mereka itu tidak termasuk di antara 19 orang yang dirujuk untuk kemungkinan tuntutan pidana.

Departemen Pertahanan Australia tidak segera menanggapi permintaan komentar wartawan terkait pemecatan para perjurit itu. ABC mengatakan, 10 tentara itu memiliki setidaknya waktu 14 hari untuk menanggapi pemberitahuan pemecatan mereka. Tidak disebutkan apakah ada dari mereka yang memiliki perwakilan hukum.

Pekan lalu, pejabat militer paling senior Australia memohon maaf kepada Afghanistan setelah rilis laporan tersebut.

Australia mengirim pasukan untuk bergabung dengan pasukan pimpinan AS yang mencoba mengalahkan pemberontakan Taliban di Afghanistan pada tahun-tahun setelah kelompok Islam itu dipaksa lengser dari kursi kekuasaan pada 2001.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aktivis GSF Australia: Tentara Israel Perlakukan Kami Lebih Buruk daripada Hewan

57 tahun lalu

Eks Bos Vale WNA Australia Ditunjuk Jadi Bos BUMN Danantara Sumber Daya Indonesia

57 tahun lalu

PM Albanese Telepon Presiden Prabowo, Ucapkan Terima Kasih Ekspor Pupuk ke Australia

57 tahun lalu

Pesawat Timpa Hanggar Picu Kebakaran Besar, 2 Orang Tewas 10 Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal