Asosiasi Dokter AS Desak Warga Stop Gunakan Rokok Elektrik

Nathania Riris Michico
Ilustrasi rokok elektrik. (FOTO: EVA HAMBACH, FILE / AFP/GETTY IMAGES)

WASHINGTON, iNews.id - Asosiasi Kedokteran Amerika (AMA) mendesak semua orang menghindari penggunaan rokok elektrik. Rokok elektrik atau vape diduga menyebabkan 450 kasus penyakit paru-paru di seluruh negeri, termasuk menyebabkan lima kematian.

"Penyakit paru-paru terkait rokok elektrik yang saat ini melanda di seluruh negeri menekankan kembali keyakinan kami bahwa penggunaan rokok elektrik dan vaping adalah epidemi kesehatan masyarakat yang mendesak dan harus ditangani," bunyi pernyataan AMA, seperti dilaporkan Associated Press, Selasa (10/9/2019).

AMA merupakan salah satu organisasi dokter paling berpengaruh di Amerika Serikat (AS). AMA menyatakan, siapa pun yang baru-baru ini menggunakan rokok elektrik dan mengalami batuk, sesak napas, atau nyeri dada harus secepatnya mencari perawatan medis.

AMA mengimbau Badan Pangan dan Obat-obatan Amerika (FDA) mempercepat regulasi federal terkait rokok elektrik, termasuk larangan langsung pada perangkat peningkat rasa yang menarik untuk kaum muda.

Sebelumnya pada Senin (9/9), FDA mengirim surat peringatan keras kepada produsen rokok elektrik terbesar, Juul, dan menuduhnya secara ilegal membuat klaim yang belum terbukti tentang keamanan produk dan pemasarannya kepada kaum muda.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Riset Johns Hopkins Ungkap Rokok Elektrik di Indonesia Masih Ramah Remaja

57 tahun lalu

Tak Hanya Rokok, Vape Juga Kena! Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Nasional

57 tahun lalu

Benarkah Vape Lebih Aman daripada Rokok Konvensional? Begini Faktanya

57 tahun lalu

Vape Ancam Jutaan Anak Indonesia, BPOM: Jangan Anggap Rokok Elektronik Lebih Aman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal