Menurut dia, negaranya menyadari adanya sikap berbeda di dalam Dewan Keamanan. Namun dia menyayangkan sikap berbeda tersebut meski draf hanya berfokus pada satu tujuan, yakni membela kemanusiaan.
"Membuat warga sipil kelaparan dan menimbulkan penderitaan sangat besar adalah tidak manusiawi dan melanggar hukum internasional. Tidak ada satu pun tujuan perang yang bisa membenarkan tindakan seperti itu," ujarnya.
Dubes Aljazair untuk PBB, Amar Bendjama, menyampaikan kekecewaannya terhadap veto AS. Ia menyebut draf tersebut sebagai "kompas sejati hati nurani dunia" dan mencerminkan kehendak kolektif dari negara-negara di seluruh penjuru bumi.
"Israel bisa terus melakukan kebiadaban di Gaza karena merasa mendapat perlindungan dari AS," ujarnya dengan nada tajam.
Kecaman tak hanya datang dari negara-negara besar. Dubes Pakistan untuk PBB, Asim Iftikhar Ahmad, menggambarkan momen tersebut sebagai titik terendah dalam sejarah Dewan Keamanan.