AS Tuduh Rusia Langgar Kesepakatan Senjata Nuklir New START, Ini Sebabnya

Anton Suhartono
Amerika Serikat menuduh Rusia melanggar perjanjian kontrol senjata nuklir New START (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia melanggar perjanjian nuklirNew START. Kesepakatan pengendalian senjata nuklir kedua negara tersebut berlaku sejak 2011 sampai 2021, namun diperpanjang sampai 5 tahun setelahnya.

New START mengatur pembatasan jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dimiliki kedua negara. Perjanjian itu juga mengatur soal penyebaran rudal dan pengebom berbasis darat dan kapal selam. Kedua negara memiliki jumlah hulu ledak nuklir terbesar, yakni mencapai 90 persen dari total global.

AS menganggap Rusia tak memenuhi kesepakatan New START karena tak mengizinkan aktivitas inspeksi di wilayahnya.

"Penolakan Rusia untuk memfasilitasi aktivitas inspeksi membuat Amerika Serikat tak bisa menggunakan hak-hak penting berdasarkan perjanjian serta mengancam kelangsungan pengendalian senjata nuklir AS-Rusia," kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS, dikutip dari Reuters, Rabu (1/2/2023).

Namun dia menegaskan Rusia memiliki rute yang jelas untuk kembali mematuhi kesepakatan dengan mengizinkan aktivitas inspeksi. Dia juga menekankan AS siap bekerja sama dengan Rusia untuk mengimplementasikan sepenuhnya perjanjian tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait

57 tahun lalu

Trump Sebut AS Akan Lucuti Nuklir Iran Tanpa Negosiasi: Itu Lebih Mudah!

57 tahun lalu

Ini Pemicu Konflik AS-Iran Terbaru, Perang Skala Penuh di Depan Mata

57 tahun lalu

AS Serang Iran Lagi, Bandara Jadi Target

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal