AS Tepis Laporan Media soal Rencana Penambahan 14.000 Pasukan ke Timur Tengah

Anton Suhartono
Pentagon membantah laporan media AS soal rencana penambahan 14.000 pasukan ke Timur Tengah (Foto: AFP)

"Ada banyak wilayah air untuk dilindungi. Sederhananya, kami tidak punya cukup sumber untuk berada di tempat yang kami inginkan dalam jumlah yang sesuai setiap saat," katanya, saat itu.

Namun McKenzie menolak kritikan bahwa AS melepas diri dari Timur Tengah.

"Kami memiliki kapal induk di panggung, kami telah memperkuat Arab Saudi. Jadi saya tidak yakin, apakah akan setuju dengan narasi pengabaian atau narasi menjauh," ujarnya.

Menurut dia, AS memiliki prioritas dalam hal pertahanan dan Timur Tengah mungkin bukan yang paling utama. Namun dia menegaskan kawasan itu sangat penting.

"Saya pikir itu tetap merupakan hal yang sangat penting bagi Amerika Serikat," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ancam Iran Lagi: Kami Akan Serang Lebih Keras!

57 tahun lalu

Said Iqbal Ungkap Ribuan Pekerja di Jabar hingga Jatim Terancam PHK, Ada Apa?

57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal