Ketergantungan AS yang besar terhadap rudal yang memiliki jangkauan sekitar 1.600 km itu memerlukan diskusi lebih dalam mengenai apakah akan mengambil dari negara lain atau tidak. Diketahui, AS juga menempatkan rudal Tomahawk di beberapa negara sekutu.
Pentagon secara cermat memantau jumlah rudal yang digunakan.
Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada Washington Post, persediaan di Timur Tengah sangat rendah. Jika tak ada kebijakan mendesak, kondisinya mendekati "Winchester", istilah militer untuk kehabisan amunisi yang bisa memengaruhi operasi.
Mark Cancian, pengamat Center for Strategic and International Studies (CSIC) mengatakan, lebih dari 800 rudal Tomahawk digunakan di Iran berarti mewakili sekitar seperempat dari total persediaan. Kondisi ini berpotensi menciptakan celah untuk konflik di Pasifik Barat.
Lembaga think tank itu memperkirakan Angkatan Laut AS memiliki sekitar 3.100 rudal Tomahawk pada awal perang.
Secara keseluruhan, AL AS memperoleh hampir 9.000 rudal Tomahawk sepanjang sejarah program tersebut, meski banyak yang sudah tua dan usang saat ini.