Seorang sumber pejabat senior AS yang mengetahui pembicaraan itu mengonfirmasi adanya diskusi internal antara Trump dan para ajudannya mengenai risiko besar melanjutkan perang selama musim haji.
Menurut sumber tersebut, Trump juga diperingatkan oleh para pejabat bahwa operasi militer lanjutan terhadap Iran dapat menghancurkan citra pemerintahannya secara internasional.
AS dan Israel sebelumnya tetap menyerang Iran saat bulan Ramadhan. Namun melanjutkan konflik hingga musim haji dianggap jauh lebih berisiko karena Arab Saudi harus menangani kedatangan sekitar 1 juta jemaah dari luar negeri setiap tahun.
Tantangan logistik itu juga diperkirakan meluas ke pusat-pusat penerbangan utama di kawasan Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), termasuk jalur perjalanan dari Asia Selatan dan Asia Timur.
Prosesi haji tahun ini dijadwalkan dimulai pada 24 Mei dan berlangsung selama enam hari.