Dia mengakui butuh persiapan berbulan-bulan karena pendistribusian dan pemberian vaksin kepada sekitar 330 juta penerima menghadapi tantangan logistik yang rumit. Pasalnya, vaksin harus dikirim dalam suhu minus 70 derajat Celcius.
"Kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami tidak melakukan victory lap. Kami tahu jalan di depan kami akan sulit," kata Perna, dikutip dari Reuters, Minggu (13/12/2020).
Regulator AS pada Jumat lalu mengeluarkan izin penggunaan vaksin Pfizer sebagai bagian dari Operation Warp Speed.
Restu ini dikeluarkan di tengah lonjakan kasus infeksi virus corona serta ribuan kasus kematian setiap hari. Instalasi perawatan intensif rumah sakit di seluruh wilayah juga sudah hampir kehabisan tempat. Sejauh ini lebih dari 295.000 wawrga AS meninggal akibat Covid-19.
Sementara itu vaksin Pfizer dikirim ke 145 lokasi di seluruh AS pada Senin. Sisa 636 lokasi pengiriman yang sudah ditentukan oleh negara bagian akan menerima dosis pada Selasa dan Rabu.
Mulai pekan berikutnya, Pfizer akan mengirim lebih banyak dosis ke seluruh AS untuk mengejar target 2,9 juta penerima pada bulan ini.
Untuk mendistribusikan vaksin, Pfizer bekerja sama dengan perusahaan logistik United Parcel Service dan FedEx. Selain vaksin, perusahaan ini juga harus mendistribusikan peralatan pendukung lainnya sepeti jarum suntik, dry ice, serta alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan.