Sebelumnya, Amerika Serikat melakukan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin yang digelar di Beijing mulai 4 Februari nanti. Langkah AS itu pun dipandang China sebagai bentuk politisasi Barat terhadap dunia olahraga. Kini, Washington DC malah memohon kepada Beijing untuk membujuk Rusia dalam masalah krisis Ukraina.
Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun mengatakan, “gencatan senjata” untuk Olimpiade Beijing akan dimulai sejak 28 Januari.
“Mari kita ambil kesempatan ini untuk mempromosikan perdamaian, solidaritas, kerja sama, dan nilai-nilai bersama lainnya yang dimiliki oleh seluruh umat manusia, untuk membuat dunia kita menjadi tempat yang lebih baik,” cuit Zhang.
Rusia menghimpun pasukannya di perbatasan Ukraina selama berbulan-bulan dan telah menuntut NATO untuk menarik pasukan dan senjata mereka dari Eropa Timur. Moskow juga melarang Ukraina untuk bergabung dengan aliansi militer pimpinan AS itu.
Mantan diplomat senior AS untuk Asia pada era Presiden Barack Obama, Daniel Russel mengatakan, China tampaknya tidak akan senang dengan kemungkinan invasi ke Ukraina pada malam Olimpiade. “Namun Wang Yi akan memilih untuk membela ‘masalah keamanan sah’ Rusia daripada menawarkan dukungan apa pun kepada Blinken,” ujarnya.