AS Klaim Punya Banyak Bukti Suriah Persiapkan Senjata Kimia di Idlib

Nathania Riris Michico
Serangan gas klorin ditengarai terjadi di wilayah Ghouta Timur dekat Damaskus, Suriah, pada Februari lalu. (Foto: AFP)

Jeffrey tak merinci merinci bukti apa yang dia maksud.

Pemerintah Suriah berulang kali membantah memakai senjata kimia.

Meski demikian, para pakar dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), meyakini pasukan Pemerintah Suriah berada di balik serangan yang melibatkan zat Sarin di kawasan kekuasaan pemberontak di bagian selatan Idlib pada April 2017 yang menewaskan lebih dari 80 orang.

Pernyataan Jeffrey mengemuka menjelang pertemuan antara para pemimpin Rusia, Iran, dan Turki pada Jumat (7/9). Baik Rusia maupun Iran menyokong Presiden Suriah Bashar Al Assad, sedangkan Turki mendukung sejumlah faksi pemberontak.

Jeffrey menyebut perlu inisiatif diplomatik besar guna mengakhiri perang sipil di Suriah yang berlangsung selama tujuh tahun terakhir.

Menurutnya, ada komitmen baru dari Presiden AS Donald Trump untuk tetap terlibat di Suriah sampai ISIS dikalahkan sekaligus memastikan para militan dari Iran meninggalkan Suriah.

Jeffrey menilai Presiden Assad tidak punya masa depan sebagai pemimpin Suriah. Walau demikian, dia menyatakan bukan tugas AS untuk melengserkannya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
28 hari lalu

Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS

Internasional
1 bulan lalu

Kaleidoskop 2025: Daftar Negara yang Diserang Israel Sepanjang Tahun Ini

Internasional
1 bulan lalu

Bom Meledak di Masjid saat Salat Jumat, 8 Orang Tewas

Internasional
2 bulan lalu

Pasukan Suriah Tangkap Pemimpin Senior ISIS Taha Al Zoubi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal