“Operasi itu berhasil dan tidak ada korban sipil,” klaimnya.
Masih belum jelas bagaimana Amerika Serikat, yang saat ini tidak memiliki pasukan AS di Afghanistan, dapat mengonfirmasi bahwa Zawahiri telah terbunuh.
Sementara itu, ada desas-desus tentang kematian Zawahiri beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Dia pun telah lama dilaporkan dalam kondisi kesehatan yang buruk.
Kematiannya menimbulkan pertanyaan tentang apakah Zawahiri menerima perlindungan dari Taliban setelah penaklukan Kabul setahun lalu.
Akan tetapi, serangan pesawat tak berawak itu menjadi serangan AS pertama yang diketahui di Afghanistan sejak pasukan dan diplomat AS meninggalkan negara itu pada Agustus 2021. Langkah itu dapat meningkatkan kredibilitas jaminan Washington DC bahwa Amerika Serikat masih dapat mengatasi ancaman dari Afghanistan tanpa kehadiran militer di negara tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid membenarkan adanya serangan drone AS itu. Dia mengecam keras tindakan Amerika itu menyebutnya sebagai pelanggaran prinsip-prinsip internasional.