AS Kesal Satelit Mata-matanya Dibuntuti 2 Satelit Rusia

Anton Suhartono
John Raymond (Foto: AFP)

Tuduhan AS itu pertama kali diungkap oleh kepala Pasukan Luar Angkasa (Space Force) AS, John Raymond, dalam wawancara dengan majalah Time.

Dia mengatakan satelit Rusia bermanuver mendekati satelit AS setelah diluncurkan ke orbit pada November 2019 dengan jarak 160 kilometer.

"Kami menganggap perilaku ini tidak biasa dan mengganggu. Itu berpotensi menciptakan situasi berbahaya di luar angkasa," kata Raymond, kepada Time.

Dia sebelumnya mengeluarkan pernyataan kepada pers bahwa satelit penguntit itu mirip dengan satelit yang dikerahkan Rusia pada 2017. Pemerintah Rusia menyebutnya dengan 'satelit inspektur'.

Pasukan Luar Angkasa dibentuk pada Desember 2019 dan menjadi kekuatan militer keenam AS, setelah angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut, marinir, dan coast guard.

Presiden Donald Trump, saat membentuk pasukan ini mengatakan, luar angkasa merupakan medan peperangan baru sehingga perlu menjadi perhatian.

"Akan ada banyak hal terjadi di luar angkasa, karena wilayah ini merupakan domain perang terbaru di dunia," kata Trump, saat itu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!

Internasional
15 jam lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
16 jam lalu

Trump Dilaporkan Gelar Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari

Internasional
17 jam lalu

Iran Pastikan Negosiasi dengan AS Hanya Bahas Nuklir, Bukan yang Lain

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal