AS Jatuhkan Sanksi kepada 7 Pejabat Tinggi Iran, termasuk Polisi Moral

Umaya Khusniah
Perempuan Iran memotong rambut, membuka dan membakar jilbab sebagai bentuk protes atas kematian Mahsa Amini setelah dipukuli polisi moral. (Foto: tangkapan layar video/Twitter Masih Alinejad)

Amini merupakan seorang perempuan Kurdi. Dia ditangkap polisi moral di Teheran karena mengenakan 'pakaian yang tidak sesuai'. Saat dalam penahanan, Amini justru mengalami koma sebelum akhirnya meninggal. 

Pihak berwenang mengatakan, mereka akan menyelidiki penyebab kematiannya.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengatakan, kematian Aimi dalam tahanan Polisi Moral merupakan tindakan kebrutalan lain oleh pasukan keamanan rezim Iran terhadap rakyatnya sendiri," kata Yellen dalam sebuah pernyataan.

"Pemerintah Iran perlu mengakhiri penganiayaan sistemik terhadap perempuan dan mengizinkan protes damai," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dalam sebuah pernyataan terpisah.

Sayang Misi Iran untuk PBB tidak segera menanggapi permintaan komentar atas sanksi tersebut.

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri, yang berbicara kepada wartawan dengan syarat anonim mengatakan, AS akan ada lebih banyak mengambil langkah dalam beberapa hari mendatang. Sayangnya, dia tidak memberikan rincian apa pun.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Megapolitan
1 hari lalu

Jelang Final Piala Asia Futsal 2026 Indonesia Vs Iran, Lalin di Sekitar GBK Macet

Internasional
2 hari lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
2 hari lalu

Iran Pastikan Negosiasi dengan AS Hanya Bahas Nuklir, Bukan yang Lain

Internasional
2 hari lalu

Perundingan Nuklir dengan AS, Menlu Iran Araghchi: Awal yang Baik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal