AS Jatuhkan Sanksi Belasan Perusahaan dan Lembaga Penelitian China, termasuk Produsen Drone DJI

Anton Suhartono
Pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap belasan perusahaan dan lembaga penelitian China (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap beberapa perusahaan China atas tuduhan pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur serta memberikan dukungan kepada militer. Salah satu perusahaan yang dijatuhi sanksi adalah produsen drone terkemuka, DJI.

Departemen Keuangan AS menyatakan, DJI dan tujuh perusahaan teknologi China lainnya dianggap mendukung program pengawasan dan pelacakan biometrik terhadap etnis Uighur. Mereka juga dimasukkan dalam daftar entitas yang dicurigai memiliki hubungan dengan militer China, sehingga warga AS dilarang memperdagangkan sekuritas mereka.

Sementara itu Departemen Perdagangan AS juga memasukkan Akademi Ilmu Kedokteran Militer China dan 11 lembaga penelitiannya dalam daftar hitam sehingga membatasi akses untuk ekspor ke AS.

Menurut departemen, dukungan yang diberikan akademi dan lembaga penelitian tersebut ke militer termasuk persenjataan kontrol otak, namun tak ada penjelasan lebih lanjut.

Departemen Perdagangan juga memasukkan HMN International (sebelumnya Huawei Marine), Jiangsu Hengtong Marine Cable Systems, Jiangsu Hengtong OpticElectric, Shanghai Aoshi Control Technology, dan Zhongtian Technology Submarine Cable  dalam daftar atas tuduhan memperoleh atau mencoba untuk memperoleh teknologi dari AS dengan tujuan membantu memodernisasi militer China, Tentara Pembebasan Rakyat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
11 jam lalu

11 Juta Peserta PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, DPR Nilai Berpotensi Langgar HAM

Internasional
12 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Internasional
14 jam lalu

Ngeri! Pesawat Mendarat Darurat di Jalan Raya Hantam Mobil

Internasional
15 jam lalu

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Inggris, Pangeran Andrew Dituduh Bocorkan Rahasia Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal