Menurut data Kpler, rata-rata penyeberangan harian selama 3 pekan setelah penandatanganan Mou mencapai 34. Puncaknya terjadi pada 24 Juni yakni sebanyak 59 kapal tanker yang melintasi perairan strategis tersebut.
Sebagai perbandingan, kurang dari 20 kapal biasanya melewati selat tersebut setiap hari saat perang berkecamuk.
Tanda-tanda gangguan elektronik juga terdeteksi di Teluk Oman. Beberapa kapal di lepas pantai negara itu tampak bergerak dengan kecepatan setidaknya 30 knot. Kondisi itu menunjukkan negara-negara mengaktifkan sistem pertahanan yang dirancang untuk mencegah serangan drone terhadap infrastruktur, sehingga berpotensi memengaruhi sinyal transponder kapal.