Trump pada Selasa (7/4/2026) malam waktu Washington DC mengumumkan gencatan senjata dua arah dengan Iran selama 2 pekan. Namun hanya beberapa jam setelah pengumuman itu, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Lebanon selatan.
Serangan tersebut menargetkan sejumlah kawasan permukiman, termasuk Kota Tyre, dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Tercatat 182 orang tewas dalam sehari, dan jumlah korban meningkat menjadi lebih dari 300 orang hingga Jumat (10/4/2026).
Trump kemudian menyatakan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, karena menganggap kedua konflik itu terpisah. Namun Iran menolak klaim tersebut dan menuding serangan Israel sebagai bentuk pelanggaran terhadap gencatan senjata.