Angka terbaru itu lebih tinggi sekitar 8 miliar dolar dibandingkan angka yang dirilis pemerintahan Presiden Donald Trump pada Mei, yakni sebesar 29 miliar dolar.
Meski demikian, angka 37,5 miliar dolar itu jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan lembaga lain. Moody's Analytics memperkirakan biaya perang, termasuk dampaknya di dalam negeri, mencapai 150 miliar dolar. Angka itu sudah termasuk memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti lonjakan harga energi AS.
Hegseth juga menyinggung tekanan pada persediaan senjata AS akibat perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.
Dia mengatakan pendanaan dibutuhkan untuk memperluas jalur produksi serta mempercepat pengiriman amunisi yang sangat dibutuhkan.
"Kita berbicara tentang motor roket padat, JDAM (Joint Direct Attack Munition), hipersonik, dan kemampuan anti-drone," ujarnya.
Sementara itu senator Partai Demokrat, Patty Murray, mempertanyakan pengajuan anggaran yang sangat besar tersebut, mencakup permintaan pendanaan untuk pengerahan Garda Nasional ke Washington DC, operasi AS terhadap terduga penyelundup narkoba di Karibia, dan patroli militer di perbatasan AS.
“Jadi, saya akan terus terang. Sejujurnya, permintaan Anda tidak masuk akal,” kata Murray, kepada Hegseth.