AS Dituding Terlibat Gulingkan PM Bangladesh Sheikh Hasina, Ini Reaksi Gedung Putih

Ahmad Islamy Jamil
Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina. (Foto: AP)

Pemerintah sementara di Bangladesh, yang dipimpin oleh peraih Hadiah Nobel Perdamaian Muhammad Yunus, dilantik pada Kamis pekan lalu. Tugasnya adalah mengadakan pemilihan umum untuk menentukan kepemimpinan baru di negeri yang dulu bernama Pakistan Timur itu.

Bangladesh dilanda demonstrasi dan kerusuhan massal menyusul protes mahasiswa bulan lalu terhadap keputusan pemerintah menetapkan kuota lapangan kerja yang diskriminatif. Kebijakan itu memberikan kuota 30 persen bagi kelompok-kelompok tertentu untuk mendapatkan pekerjaan di instansi pemerintah.

Hasina terpilih menjadi perdana menteri empat periode berturut-turut. Dia terakhir kali memenangkan jabatan itu pada Januari lalu dalam pemilihan umum yang diboikot kelompok oposisi. Sementara Departemen Luar Negeri AS menyebut pemilu itu tidak bebas dan adil.

Hasina melarikan diri ke New Delhi, India, setelah meninggalkan Bangladesh, mengakhiri kekuasaannya yang sudah berjalan selama 15 tahun.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS

57 tahun lalu

Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas

57 tahun lalu

Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai

57 tahun lalu

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal