AS Diminta Desak China Tutup Kamp Penahanan Muslim Uighur di Xinjiang

Anton Suhartono
Antony Blinken (Foto: Reuters)

Isa menambahkan China juga harus mengakhiri praktik kerja paksa di Xinjiang dan wilayah lain serta mengizinkan pengawas PBB melakukan penyelidikan.

Aktivis dan pakar PBB mengatakan, lebih dari 1 juta muslim Uighur dari etnis lainnya ditahan di kamp-kamp wilayah barat Xinjiang yang terpencil.

China membantah tuduhan AS soal genosida terhadap etnis dan agama minoritas dan mengatakan kamp tersebut memberikan pelatihan kejuruan untuk membasmi ekstremisme dan separatisme Islam.

Duta Besar China untuk PBB di Jenewa, Swiss, Chen Xu, mengatakan kepada Dewan HAM PBB, Xinjiang dan Tibet mengalami kemakmuran dan stabilitas.

Semua yang ditahan di kompleks penjara sudah dinyatakan lulus dan pulang. Namun China membatasi akses sehingga pernyataan itu tidak mungkin diverifikasi secara independen.

"Tidak ada yang lebih absurd untuk menyematkan label 'genosida' pada China, upaya ini tidak akan berhasil," ujarnya.

Sementara itu negara-negara anggot Uni Eropa pada prinsipnya setuju memasukkan pejabat China ke daftar hitam pelanggaran HAM.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Turis Malaysia Hina Warga China Bau Badan, Netizen Murka!

57 tahun lalu

Purbaya Temui Menkeu China, Matangkan Penerbitan Utang Panda Bond

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?

57 tahun lalu

Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal