AS Dilaporkan Mulai Angkut Peralatan Militer dari Suriah

Nathania Riris Michico
Barisan kendaraan militer AS di Suriah pada 30 Desember 2018. (Foto: Delil Souleiman/AFP)

Para pejabat senior seperti Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton menolak untuk menetapkan batas waktu kapan pasukan AS akan ditarik dari Suriah.

Kementerian Pertahanan AS ingin menunjukkan kemajuan pada Trump, dan penarikan alat militer ini adalah cara untuk melakukannya.

"Karena kepedulian terhadap keamanan operasional, kami tidak akan membahas pergerakan pasukan atau jadwal waktu tertentu, tetapi kami berharap untuk memberikan pembaruan berkala tentang kemajuan mengenai persentase peralatan yang dikeluarkan dari Suriah," demikian pernyataan yang dikeluarkan Pentagon, pada awal pekan ini.

Komando Pusat AS, yang mengawasi operasi penarikan, mengidentifikasi kapal, pesawat, dan unit darat yang akan digunakan dalam operasi. Mereka akan memberikan informasi intelijen dan pengintaian, serta mengamankan pasukan dan kendaraan transportasi darat berat saat penarikan terjadi.

Sebagian besar aset yang diperlukan sudah ada di wilayah tersebut.

Militer AS kini melakukan penarikan di bawah perintah yang ditandatangani oleh mantan Menteri Pertahanan James Mattis tepat sebelum dia mengundurkan diri pada 31 Desember lalu.

Perencana militer masih bekerja dengan dasar bahwa semua pasukan akan ditarik dari Suriah.

"Jika ada perubahan, seperti meninggalkan pasukan di Suriah timur dan selatan, Trump harus menyetujui rincian spesifik tersebut," kata pejabat tadi.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
7 jam lalu

Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!

Internasional
8 jam lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
10 jam lalu

Trump Dilaporkan Gelar Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari

Internasional
14 jam lalu

Video Monyet Berkepala Obama di Akun Medsos Trump Ulah Staf, Gedung Putih: Sudah Dihapus!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal