AS Deklarasikan Perang Ekonomi dan Teknologi terhadap China, Begini Komentar Analis

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi hubungan China dan AS. (Foto: Retuers)

Freeman juga menuturkan, strategi baru pertahanan AS itu sebenarnya kelanjutan dari kebijakan lama yang tertanam kuat di lembaga keamanan nasional AS. Kebijakan itu menegaskan tekad AS untuk mempertahankan hegemoni global.

“Ada stabilitas ketika Anda melanjutkan pertahanan AS terhadap keunggulan global melawan Rusia dan, terutama, China,” katanya.

Menurut dia, strategi baru Biden terlalu bergantung pada ancaman langsung eskalasi militer dan tidak akan mengurangi ketegangan atau meningkatkan kemungkinan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.

“Strategi itu biasanya menyamakan pencegahan dengan konfrontasi militer, meskipun itu juga membutuhkan jaminan dari musuh potensial. Ini tidak menambah prospek perdamaian,” katanya.

Sementara Direktur Grup Los Alamos, Greg Mello mengatakan, strategi pertahanan AS itu akan meningkatkan bahaya konfrontasi dan konflik di kawasan Indo-Pasifik antara Amerika Serikat dan China, bukan malah menguranginya.

Mello mengatakan, meskipun deklarasi dalam NDS tidak akan mengejutkan China, strategi baru ini hanya mengulangi banyak impuls terburuk yang sudah jelas sebelumnya diungkapkan oleh berbagai badan di pemerintahan AS.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

57 tahun lalu

Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal