“Jika AS terus-menerus melakukan provokasi militer yang serius, DPRK akan mempertimbangkan langkah-langkah tindak lanjut yang lebih kuat,” ungkap Kemlu Korut dalam pernyataannya, seperti dikutip KCNA, Senin (31/10/2022).
DPRK adalah singkatan dari Democratic People's Republic of Korea (Republik Demokratik Rakyat Korea), nama resmi Korut di panggung internasional.
“Jika AS tidak ingin ada perkembangan serius yang tidak sesuai dengan kepentingan keamanannya, AS harus segera menghentikan latihan perang yang tidak berguna dan tidak efektif. Jika tidak, ia harus bertanggung jawab sepenuhnya atas semua konsekuensinya,” demikian pernyataan dari kementerian itu.
Pada Jumat (28/10/2022), pasukan Korea Selatan menyelesaikan latihan lapangan Hoguk 22 selama 12 hari, yang menampilkan pendaratan amfibi tiruan dan penyeberangan sungai, termasuk beberapa latihan dengan pasukan AS.
Korea Utara mengutuk latihan bersama sebagai latihan untuk invasi dan bukti kebijakan bermusuhan oleh Washington DC dan Seoul.