AS dan Kanada Kerja Sama Bongkar Kasus Perdagangan Senjata Ilegal dan Narkoba, 22 Orang Ditangkap

Umaya Khusniah
22 orang ditangkap polisi Kanada terkait kasus perdagangan senjata ilegal dan narkoba. (Fot: Reuters)

OTTAWA, iNews.id - Sebanyak 22 orang ditangkap polisi Kanada terkait kasus perdagangan senjata ilegal dan narkoba. Mereka ditangkap berkat kerja sama pejabat penegak hukum AS dan pihak berwenang Kanada.

Kepala Inspektur Polisi Provinsi Ontario, Paul Mackey pada Rabu (10/8/2022) mengatakan, selain pelaku, petugas juga menyita 27 pistol dan obat-obatan senilai 1 juta dolar AS. Dibutuhkan 10 bulan untuk menyelidiki jaringan perdagangan senjata dan narkoba yang beroperasi di Kanada dan Amerika Serikat tersebut. 

"Senjata yang disita diperoleh secara ilegal dan untuk tujuan kriminal," katanya. 

Dengan kejahatan bersenjata yang meningkat, pemerintah Perdana Menteri Justin Trudeau telah mengusulkan pembekuan pembelian senjata api. Langkah itu sebagai bagian dari paket pengendalian senjata yang lebih luas yang sedang dipertimbangkan di parlemen.

Pekan lalu, Kanada mengumumkan larangan sementara impor pistol sampai undang-undang tersebut diterapkan. Kanada memiliki undang-undang senjata yang jauh lebih ketat daripada Amerika Serikat. 

Menurut Kepolisian Regional York di Ontario, provinsi terpadat di Kanada, polisi mengajukan lebih dari 400 dakwaan pada saat penyelidikan yang berakhir pada akhir Juli. Narkoba yang disita termasuk kokain, fentanil, dan heroin.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Kilang Minyak AS di Lousiana Meledak, Penyebab Masih Misterius

Internasional
1 hari lalu

Konflik AS-Iran Pecah Lagi, Trump: Iran Permainkan Kita!

Internasional
1 hari lalu

Mengejutkan, Sebagian Besar Warga Spanyol Yakin AS-Israel Kalah Perang Lawan Iran

Internasional
1 hari lalu

Harga Minyak Mentah Melonjak usai AS-Iran Saling Serang di Selat Hormuz

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal